Pelatihan Dasar Mikrokontroller dan Robotika

Teknologi embedded system tidak dapat dipisahkan dari dunia programming, terlebih saat ini sudah memasuki era Internet of Thing.

Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Darma Persada dalam rangka  mengikuti derap langkah kemajuan jaman khususnya teknologi Embedded System, kembali mengadakan  pelatihan Dasar Mikrokontroller dan Robotika setelah sebelumnya juga megadakan kegiatan serupa untuk kelas karyawan.

Pelatihan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Darma Persada (Himifda) dilaksanakan mulai tanggal 22 sd 24 Mei 2017. pelatihan ini diadakan di Ruang Himifda di lantai 4 gedung Fakultas Teknik.

Pelatihan dengan instruktur Abdul Jabar Hakim, Software engineer dari 8Village ini belajar tentang dasar-dasar mikrokontroller, sensor dan robotika serta aplikasinya dalam konsep Internet of Thing.

Dengan diikuti sekitar 20-an mahasiswa teknik Informatika, acara berlangsung serius meski dalam suasana yang santai dan penuh kekeluargaan.

semoga pelatihan ini akan menambah minat mahasiswa untuk mendalami dunia programming dan embedded system dan juga berlanjut dengan dibentuknya klub/komunitas agar kegiatan yang bersifat embedded system semakin intensif dipelajari.

Mengintip kuliah MK Monozukuri

Monozukuri dalam bahasa Jepang berasal dari kata “mono” berarti produk atau barang dan “zukuri” yang berarti proses pembuatan, penciptaan atau produksi (manufacturing). Namun konsep ini mengandung makna yang jauh lebih luas dari arti harafiahnya, sehingga mengungkapkan kepemilikan spirit mencipta dan memproduksi produk-produk unggul serta kemampuan terus menyempurnakan proses dan sistim produksinya. Monozukuri ini di Jepang berhasil menjadi penggerak ekonomi sektor riil dan sekaligus cikal bakal kemajuan teknologi.

Universitas Darma Persada merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang memasukkan monozukuri ke dalam kurikulum nya dalam rangka menyerap nilai kebaikan dari monozukuri

Dalam pelaksanaan perkuliahan , pada pertemuan sebelum UTS mahasiswa mempelajari memgenai konsep dan aplikasi 5S, Horenso, Visual management, Kaizen dan lain-lain.

Perkuliahan setelah UTS diisi dengan praktik pelaksanaan 5S dan Visual management. Mahasiswa memberikan evaluasi dan masukan terkait kondisi ruang kelas dan sekitarnya kemudian melakukan upaya perbaikan. pada kegiatan ini disamping mahasiswa mempraktekan teori yang diperolehnya juga mengasah kerjasama dalam tim.

berikut dokumentasi kegiatan praktik 5S dan visual management berupa pemberian sign-sign di ruang kelas

Mahasiswa Teknik Informatika meraih medali emas

Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) Kota Bekasi, menggelar kejuaraan karate antardojo terbuka. Kejuaraan yang awalnya menyasar dojo se-Kota Bekasi ini akhirnya dibuka untuk luar Bekasi. Bekasi Open Karate Championship 3 ini berlangsung 5-6 Mei 2017 di GOR Kota Bekasi.

Sebanyak 560 peserta diketahui mengikuti ajang yang memperebutkan Piala Walikota Bekasi dan Piala bergilir KONI Kota Bekasi. Selain tuan rumah, para peserta berasal dari Kota Bandung, Karawang, Bogor dan Gorontalo.

Ketua Forki Kota Bekasi, Zulkarnaen Alregar mengatakan, nomor yang dipertandingkan dalam kejuaraan dimulai dari pra-junior, junior, kadet dan senior.

Universitas Darma Persada melalui UKM Unsada Karate Club (UKC) juga mengirimkan delegasi. diantara delegasi tersebut ada beberapa mahasiswa teknik Informatika yang ikut turun gelanggang mengikuti pertandingan tersebut. mereka adalah Mita Sari , Riki Bagastoro ,
Josua adnanda,  Aditya Budi Pratama,  Nicko ady Pradana.

Nicko Ady Pradana mahasiswa angkatan 2016 menyumbangkan medali emas dipertandingan kelas 75 kg, sementara Riki bagastoro, mahasiswa angkatan 2015 menyumbangkan medali perunggu di kelas 75 kg.

semoga prestasi mahasiswa teknik informatika melalui UKC semakin jaya