Pendaftaran Seminar KP dan Seminar Skripsi Periode Semester Genap TA 2017/2018

diberitahukan kepada mahasiswa yang akan mendaftar seminar KP dan SKRIPSI harap memasukkan data di link form di bawah ini.

Bagi yang sudah mendaftar melalui googlesheet tidak perlu lagi mendaftar. Terima kasih

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScP2wzudB5lmc64nJ0jixKP2w1FdI5Owqz6Q-VWIvFQBPUVDw/viewform

 

pedoman penulisan KP dan Skripsi bisa dicek di link di bawah ini:

PROSEDUR DAN FORM

Dwiki Mardiyanto, Volunteer Asian Para Games 2018

Dalam beberapa bulan lagi tepatnya oktober 2018, Asian Para Games 2018 akan resmi digelar di Jakarta, Indonesia. Selain bakal menjadi pesta olahraga atlet-atlet difabel negara-negara Asia pertama yang berlangsung di Asia Tenggara, ada sejumlah fakta menarik lain dari Asian Para Games tahun ini.

Dikutip dari situs resmi Indonesian Asian Para Games Organizing Committee (Inapgoc), ada lima fakta menarik dari Asian Para Games 2018.yaitu:

1. Asian Para Games pertama yang digelar di Asia Tenggara

Asian Para Games 2018 dipastikan bakal menjadi pesta olahraga atlet-atlet difabel negara-negara Asia pertama yang berlangsung di Asia Tenggara. Negara yang mendapat kehormatan itu ialah Indonesia.

2. Siap mempertandingkan 18 cabang olahraga

Berbeda dengan Asian Games 2018 yang akan mempertandingkan 40 cabang olahraga (cabor), Asian Para Games tahun ini hanya mempertandingkan 18 cabor. Nantinya, ke-18 cabor itu secara total akan menggelar 582 nomor pertandingan.

3. Diikuti 3.000 atlet dan ofisial

Berkaitan dengan jumlah cabor yang hanya 18, jumlah atlet dan ofisial Asian Para Games 2018 juga tidak akan sebanyak Asian Games tahun ini.

Berdasarkan data dari situs Inapgoc, Asian Para Games 2018 akan diikuti 3.000 atlet dan official dari 42 negara Asia yang menjadi anggota Asian Paralympic Commitee.

4. Usung tema “The Inspiring Spirit and Energy of Asia”

Tahun ini, Asian Para Games akan mengangkat tema “The Inspiring Spirit and Energy of Asia”. Tema ini dirangkai berdasarkan empat nilai dari paralympic yakni determination, courage, equality, dan inspiration.

5. MoMo menjadi maskot Asian Para Games 2018

Logo MoMo akan menjadi maskot Asian Para Games 2018

Tak seperti Asian Games 2018 yang memiliki tiga maskot yakni Bhin-bhin, Atung, dan Kaka, Asian Para Games tahun ini menjadikan MoMo sebagai maskot event. MoMo adalah elang bondol yang juga merupakan maskot bagi kota penyelenggara Asian Para Games 2018, Jakarta. Adapun, nama MoMo diambil dari akronim “Motivation and Mobility”.

sehubungan kegiatan di atas, Dwiki Mardiyanto , salah satu mahasiswa Teknik Informatika terpilih sebagai salah satu volunteer di event besar tersebut. Dwiki bertugas sebagai NPC Relations pada cabang olah raga basket kursi roda tim Indonesia.

Maju Terus olah raga Indonesia

BI Corner Volunteer; Putra Fanny dan Putri Arinda Ernawan

Dalam rangka usaha Bank Indonesia (BI) untuk mengupayakan secara terus menerus pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang keberadaan dan perannya terhadap perekonomian Indonesia melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi, BI berinisiatif untuk memperkuat edukasi masyarakat di bidang ekonomi melalui penyediaan sarana Pojok Baca atau yang disebut dengan “BI Corner”.

BI Corner dilatar belakangi oleh kesadaran Bank Indonesia bahwa upaya pencapaian visi untuk menjadi lembaga bank sentral yang kredibel bukanlah sesuatu yang mudah. Kebijakan-kebijakan bank sentral yang menitikberatkan pada upaya stabilitas ekonomi seringkali belum dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat. Sebagian masyarakat berpendapat bahwa kebijakan BI kurang menyentuh aspek kehidupan masyarakat rumah tangga secara langsung.

Sementara itu, diluar konteks ‘core business’, BI memiliki Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) yang juga diarahkan untuk lebih fokus pada program-program pemberdayaan ekonomi rumah tangga (household economy). Pemberdayaan ekonomi rumah tangga dapat dilakukan secara langsung atau melalui penciptaan change agent ekonomi rumah tangga. Dengan anggota keluarga yang memiliki tingkat pendidikan dan pengetahuan yang lebih baik diyakini dapat mendorong perbaikan kualitas ekonomi rumah tangga.

Pada kegiatan BI corner tahun ini, telah terpilih mahasiswa Teknik Informatika yaitu Putra fanny dan Putri Arinda Ernawan.

semoga kegiatan positif ini terus berlagsung dan mahasiswa Teknik Informatika dapat berkontribusi.

HIFASCO 2018

Teknologi Informasi berkembang sangat cepat hal ini membawa perubahan paradigma mengenai teknologi ini. Hifasco 2018 diadakan untuk menambah wawasan tentang keamanan komputer dan blockchain.

setelah terakhir diadakan pada tahun 2016, Hifasco diadakan di tahun ini dengan pembicara Ibu Nindya, Dari Indodax serta Juru bicara badan siber nasional.

Acara yang diadakan pada 22 – 24 Mei 2018 diawali dengan lomba desain web dan merakit PC. dilanjutkan seminar serta penyerahan hadiah bagi pemenang lomba

semoga tahun depan terselenggara kembali acara ini.

Pelatihan Android Himifda

Sejak pertama kali dirilis pada tahun 2007 silam, Android secara perlahan mulai menumbangkan banyak platform dan vendor smartphone yang tidak menggunakannya. Sebut saja Nokia yang tumbang hingga kemudian dibeli oleh Microsoft, dan bahkan BlackBerry pun sekarang menggunakan sistem operasi Android pada BlackBerry Priv.

Sehari-hari, kamu pasti lebih banyak menemukan orang menggunakan smartphone Android saat berada di tempat umum atau lingkungan kerja dan kampus. Hal ini tentu bukan tanpa alasan. salah satu alasannya adalah bebasnya pengembang untuk membuat aplikasi berbasis android.

untuk meningkatkan kemampuan dasar pemrograman android maka himifda mengadakan pelatihan Android pada hari Sabtu tanggal 21 dan 28 April 2018.

Dengan Trainer Bp. Louis Kurniawan, S.Kom , SOftware developer dari PT Solutech Inovasi Indonesia, peserta sebanyak 20 mahasiswa diajarkan pemrograman mobile dengan berbagai tool seperti React, Atom, AndroidStudio dan lainnya.

Degan adanya pelatihan ini diharapkan akan muncul mobile developer dari unsada yang handal

 

Kevin, Terpilih sebagai Google Developer Student Club Lead UNSADA

Google Developer Student Club Lead atau disingkat menjadi “DSC” adalah merupakan sebuah program inisiatif Google yang merupakan bagian dari Google Developers untuk mahasiswa. Setelah melewati seleksi ketat, Kevin Andreas Surbakti – mahasiswa Informatika Universitas Darma Persada angkatan 2015 (TIF-2015) terpilih sebagai Google Developer Student Club Leads mewakili Universitas Darma Persada.

Google Developer Student Club merupakan kelompok yang dirancang Google agar dapat mempercepat proses pengembangan diri, khususnya untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan dan pengetahuan mahasiswa di berbagai belahan dunia dalam hal pengembangan aplikasi mobile maupun web. Kelompok ini terbuka untuk semua siswa, mulai dari pengembang pemula yang baru mulai, hingga pengembang tingkat lanjut yang ingin meningkatkan keterampilan mereka. Melalui kelompok ini para mahasiswa dapat belajar bersama dan berkolaborasi untuk memecahkan berbagai permasalahan dalam pengembangan mobile apps maupun web.

Kriteria Google Developer Student Club Lead

Adapun kriteria untuk dapat mengikuti program ini adalah sebagai berikut:

  • Setiap universitas akan dipilih satu orang yang akan mewakili universitas bersangkutan
  • Peserta memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin
  • Memiliki passion untuk membangun dan mengembangkan komunitas
  • Apabila peserta telah memiliki pengalaman menjadi pengajar atau trainer maka akan menjadi nilai tambah
  • Memiliki kemampuan dalam berbahasa Inggris tingkat mahir
  • Mempunyai kemampuan pemrograman (coding)
  • Sedang kuliah di tahun kedua atau ketiga

Google mencari siswa yang merupakan pemimpin hebat, bersemangat untuk mengajar & melatih, pandai berkomunikasi dan berbicara di depan umum, diberdayakan untuk memecahkan masalah kehidupan nyata dengan menggunakan teknologi dan secara teknis sesuai dengan keterampilan pengembangan mobile dan / atau web.

Mahasiswa yang terpilih nantinya akan diundang ke berbagai acara yang diselenggarakan. Salah satu acara yang diselenggarakan lalu adalah Google Developer Student Club Indonesia Summit 2018. Acara ini diselenggarakan pada awal Bulan Maret 2018 di Bali.

Pengalaman Kevin dalam mengikuti kegiatan tersebut akan dituliskan di halaman tersendiri oleh Kevin.

Selamat buat Kevin Andreas Surbakti, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Darma Persada angkatan 2015 yang telah terpilih sebagai DSC Lead Universitas Darma Persada, semoga dapat membawa rekan-rekan di Teknik Informatika UNSADA untuk dapat menguasai berbagai teknologi yang dikembangkan oleh Google!

 

Link Berguna

INFO daftar judul skripsi yang pernah dibuat –> https://docs.google.com/…/1IeuzRIFrYg1O8XC348P8i3DXj7…/edit…

INFO daftar judul KP yang pernah dibuat –> https://docs.google.com/…/1BXzvQ1qa2Rq1XcGIgPlr7A-ImZ…/edit…

INFO judul KP Set Genap TA 2017/2018 –> https://docs.google.com/…/1CzqUM2y2R8_tVkuJ9vMhWFC0nY…/edit…

INFO pengajuan judul Skripsi sem Genap 2017/2018 –> https://docs.google.com/…/18IICI89uDykQgqKRzfVSH55two…/edit…

Standar Penulisan TA dan KP –> https://drive.google.com/open?id=14mM0A7XarOKgdXAwHAzd4KTfg6Ej7v5f

 

Capture The Flag, Workshop keamanan Komputer

Kian meluasnya penggunaan internet berarti juga meluasnya ancaman keamanan di dunia maya. Keamanan cyber menjadi masalah utama yang dihadapi individu, bisnis, hingga pemerintahan. Keamanan cyber kian penting karena dunia yang semakin mobile dan terkoneksi. Sayangnya, masih belum banyak cara bagaimana orang belajar untuk mengasah kemampuan mereka untuk mengatasi berbagai serangan itu.

Apa itu Capture the Flag? Menurut situs www.ctftime.org, CTF adalah salah satu kompetisi untuk keamanan teknologi informasi. Ada tiga jenis kompetisi CTF yang umum, yaitu Jeopardy, menyerang-bertahan, dan campuran. CTF jenis Jeopardy memiliki tantangan dalam beberapa kategori. Contohnya web, forensik, kriptografi, dan eksploitasi biner. Setiap tim mendapatkan poin dengan memecahkan setiap tantangan. Lebih banyak poin didapatkan jika mampu menyelesaikan tantangan yang lebih kompleks. Seperti halnya sebuah gim, tantangan berikutnya baru terbuka jika tim atau peserta mampu mengatasi tantangan yang ada. Sementara untuk jenis menyerang dan bertahan seperti juga game-game di komputer. Satu tim akan mengembangkan jaringannya sendiri, kemudian tim lain berusaha untuk mengeksploitasi kelemahannya. Tim pemilik jaringan akan mendapatkan poin untuk bertahan dan lawan mendapatkan poin dari meng-hack.

untuk meningkatkan minat mahasiswa di bidang keamanan komputer Jurusan Teknik Informatika beserta asistan laboratorium mengadakan pelatihan Capture the Flag. Acara yang diadakan pada Selasa 27 Februari 2018 berlangsung serius dan santai. Meski kampus dalam suasana libur semesteran, peserta yang ikut cukup banyak. Ini menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa UNSADA terhadap kegiatan yang bersifat akademik. Kegiatan ini 100% didanai oleh swadaya peserta.

Acara yang  diisi oleh pemateri Sdr Bayu fedra dan tim, seorang praktisi serta champion di bidang CTF. Banyak Kompetisi CTF yang telah dimenagkan oleh Sdr Bayu fedra dkk sehingga beliau berkeinginan membagikan ilmunya kepada mahasiswa T. Informatika UNSADA.

Semoga Teknik Informatika menghasilkan ahli – ahli keamanan koputer di masa mendatang.

 

Workshop web app security, pemanasan di awal tahun

Menginjak tahun baru 2018, jurusan Teknik Informatika dibantu dengan beberapa asisten laboratorium mengadakan pelatihan. Pelatihan yang bertajuk Workshop Web App Security ini berlangsung 2 sesion, pada hari sabtu 3 Februari dan Senin 5 Februari 2018.

Pelatihan yang diisi oleh Wahyu Arif bermaterikan tentang teknik teknik sql injection, password cracking serta teknik pengamanan web Application.

Dihadiri dengan 30 peserta dengan antusias mengikuti kegiatan tersebut. Dan di akhir Februari akan diadakan workshop Capture The Flag (CTF) yang akan diinformasikan kemudian.

Go Informatics